WAHANANEWS.CO, Jakarta - Serangan komodo terhadap turis asing kembali terjadi dan mengungkap fakta lama yang mengerikan tentang hilangnya seorang bangsawan Swiss yang diduga dimangsa hidup-hidup pada era 1970-an.
Turis asal Singapura, Loh Lee Aik (68), menjadi wisatawan asing kedua yang tercatat diserang komodo, meski beruntung hanya mengalami luka di bagian betis.
Baca Juga:
Wisman Ramai-ramai Booking ke Labuan Bajo Usai Pembatalan Tarif Rp 3,7 Juta
“Kalau korban wisatawan asing yang diserang komodo, (turis Singapura) sudah merupakan yang kedua,” kata Kepala Taman Nasional Komodo Sudiyono, Jumat (5/5/2017).
Ia menjelaskan bahwa insiden pertama terjadi sekitar tahun 1974 dengan nasib korban yang jauh lebih tragis.
“(Turis asing) pertama (yang diserang komodo terjadi) sekitar tahun 1974, tetapi korbannya tidak ditemukan,” ujarnya.
Baca Juga:
Referensi Hotel Bintang Dua di Labuan Bajo
Peristiwa tersebut merujuk pada hilangnya seorang bangsawan Swiss bernama Baron Rudolf Reding von Biberegg yang dinyatakan lenyap di Pulau Komodo.
“Kemungkinan dimakan komodo,” katanya.
Penelusuran menyebutkan bahwa Baron Rudolf yang saat itu berusia 74 tahun datang bersama rombongan wisatawan untuk melihat komodo dari dekat di sebuah pulau terpencil di wilayah Flores.
Pada Kamis (18/7/1974), rombongan kecil turis asing tersebut tiba di lokasi saat komodo sedang diberi makan kambing.
Namun, Baron Rudolf mendekat ke arah komodo yang sedang makan hingga memicu reaksi agresif hewan tersebut.
Dalam hitungan detik, komodo yang merasa terganggu langsung menyerang Baron Rudolf hingga ia hilang tanpa jejak.
Tim pencari hanya menemukan barang-barang pribadi seperti kamera dan kacamata yang tercecer di lokasi kejadian.
Sudiyono juga mengungkap bahwa selain wisatawan, banyak pekerja di kawasan tersebut yang pernah menjadi korban serangan komodo.
“Kalau pekerja bangunan, pekerja lain-lain memang sudah banyak yang digigit komodo dan ada yang meninggal,” katanya.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa komodo merupakan predator yang berbahaya dan memiliki sifat kanibal yang memungkinkan mereka memangsa manusia.
Karena itu, setiap pengunjung di Taman Nasional Komodo diingatkan untuk menjaga jarak aman saat mengamati hewan tersebut.
“Artinya, cukup melihat dari jarak jauh, tidak perlu terlalu dekat karena bisa diserang bahkan dimangsa hewan itu,” jelasnya.
Taman Nasional Komodo sendiri mencakup beberapa pulau utama yang menjadi habitat komodo, seperti Pulau Komodo, Rinca, Gili Motang, dan Nusa Kode.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]