WAHANANEWS.CO, Jakarta - Satu sentuhan kecil di layar ponsel sering kali berubah menjadi jebakan waktu berjam-jam, saat niat awal yang sederhana seperti mengecek jadwal justru terseret arus konten tanpa henti yang dirancang untuk memancing emosi dan respons instan.
Fenomena ini mendorong Blibli menghadirkan eksperimen sosial bertajuk “Jeda 10 Detik”, yang menguji bagaimana masyarakat bereaksi terhadap konten digital yang menggugah rasa penasaran dan kecenderungan impulsif.
Baca Juga:
13 Hari Tayang, Ghost in the Cell Raup Lebih dari 2 Juta Penonton di Bioskop
Dalam uji coba melalui situs interaktif, lebih dari 158.000 warga Indonesia dilibatkan untuk mengukur refleks mereka ketika dihadapkan pada informasi yang sengaja dibuat provokatif dan menggoda secara emosional.
"Konten clickbait masih jadi pemenangnya," ujar Head of PR Blibli Nazrya Octora dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Ia menambahkan, rasa penasaran, keingintahuan berlebih, hingga fenomena FOMO menjadi pemicu utama seseorang terjebak dalam konsumsi konten digital yang tidak terkendali.
Baca Juga:
Buka Kejuaraan Karate Antar Pelajar, Ini Pesan Bupati Dairi
Hasil eksperimen memperlihatkan bahwa judul-judul bombastis dengan janji yang tidak masuk akal, seperti klaim penurunan berat badan drastis hanya dengan teknik sederhana, tetap menjadi magnet kuat yang mendorong pengguna untuk segera mengklik tanpa berpikir panjang.
Kelompok usia lanjut atau baby boomers justru tercatat sebagai segmen yang paling rentan terhadap jebakan clickbait, menunjukkan adanya kesenjangan literasi digital di tengah derasnya arus informasi.
"Kelompok usia 65 tahun ini paling cepat bereaksi terhadap banner semacam itu," kata Nazrya.