"Ini bukan sinetron yang di mana plotnya bisa dibaca, bisa perkirakan alurnya, bisa tahu apakah benar faktanya cuma dari satu account gosip. Kalian, setiap hari, isi pesan media sosialku penuh dengan pesan dari kaliang dan bilang, kalau aku pembunuh," tutur Awkarin.
Awkarin mengungkapkan jika dirinya merupakan korban kekerasan secara mental maupun fisik oleh almarhum Oka Mahendra saat dulu masih menjadi bos Takis Entertainment.
Baca Juga:
Merasa Dicemarkan, Pensiunan TNI Laporkan Pemilik Akun Faceebook
Bahkan Awkarin mengaku memiliki banyak saksi terkait hal itu, termasuk Young Lex.
"Kalian bisa tanya Raden, kalian bisa tanya orang-orang yang pernah ada di Takis dulu. Bagaimana dia memukuliku. Bagaimana dia mukulin, bagaimana dia jedotin kepalaku ke tembok, sampai aku harus bolak-balik MRI karena aku gegar otak," beber Awkarin.
Pada saat berusia 18 tahun, Awkarin memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Oka lantaran dirinya dilarang untuk bertemu dengan orangtua.
Baca Juga:
Sentil Petugas SPPG yang Sering Blunder di Medsos, Gus Miftah: yang Rusak Kelakuan SPPG, yang Disalahkan Presidennya
Awkarin mengaku hingga saat ini dirinya masih menyayangi mendiang Oka Mahendra.
Bahkan Karin berharap dapat menggantikan posisi Oka.
"Waktu itu terjadi aku berusia 18 tahun. Kehilangan orang yang aku sayang, yang masih aku sayang. Bila bisa memilih, aku mau mendingan aku yang berada di posisi ini, bukan dia," tutur Karin sambil menangis.