4. Saking Tajirnya, Tidak Ada Pajak-Layanan Faskes Gratis
Saking besarnya pemasukan tersebut, hal ini membuat pemerintah Nauru sempat merasakan hidup mewah namun juga boros terhadap anggaran yang dimiliki. Saking tajirnya, Nauru tidak membebankan pajak pada penduduknya.
Baca Juga:
Simak, 7 Negara Miskin Ini Dulunya Kaya Raya
Selain itu, semua layanan fasilitas kesehatan diberikan secara gratis kepada masyarakat. Jika ada warga yang membutuhkan perawatan medis khusus, pemerintah akan menerbangkan pasien tersebut ke Australia.
Oh ya, pelajar-pelajar dari Nauru yang dicap memiliki prestasi baik akan dibiayai untuk melanjutkan sekolah di Australia. Beruntung sekali bukan?
5. Dari yang Kaya, Mendadak Jatuh Miskin
Baca Juga:
PBB Kecam Negara Makmur dan Perusahaan Raksasa yang Cekik Bangsa Miskin
Efek dari tambang fosfat yang dikelola pemerintah membuat Nauru merasakan efek oven. Hal ini menyebabkan terjadinya kekeringan berkepanjangan di negara tersebut.
Pemerintah akhirnya menghentikan tambang fosfat dan berpikir bagaimana caranya mendapatkan pemasukan besar tanpa merusak alam. Akhirnya pada 1992, pemerintah Nauru melakukan investasi besar-besaran. Namun, investasi tersebut ternyata bodong dan Nauru mengalami kerugian hingga mencapai US$ 30 juta.
Tak sampai di situ, seorang penasihat dari kementerian keuangan Nauru menawarkan sebuah investasi dalam bentuk pertunjukkan. Nahas, konser yang digelar pada Juni 1993 di London, Inggris, juga mengalami kerugian sekitar US$ 7 juta.