Ia menjelaskan bahwa jumlah empat anak harimau dalam satu kali kelahiran tergolong di atas rata-rata dibandingkan kelahiran harimau sumatra pada umumnya.
Biasanya, seekor harimau sumatra hanya melahirkan sekitar dua anak dalam satu kali persalinan sehingga kelahiran empat anak sekaligus menjadi pencapaian yang cukup langka.
Baca Juga:
Dubai Tawarkan Insentif Rp14,6 Juta bagi Warga yang Berhasil Datangkan Wisatawan
Keberhasilan program konservasi tersebut juga tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak yang terlibat dalam proses pengembangbiakan satwa.
Mulai dari kemampuan perawat satwa dalam mengenali masa subur indukan betina, pemantauan proses perkawinan, dukungan tim dokter hewan, hingga kesiapan kandang persalinan yang aman dan nyaman menjadi faktor penting dalam keberhasilan kelahiran tersebut.
"Kami terus meningkatkan program pengembangbiakan harimau sumatra dan paling tidak menargetkan ada satu kelahiran setiap tahun untuk mendukung pelestarian populasi spesies ini," kata Bongot.
Baca Juga:
Gantikan Nanik, Sudaryono Diharapkan Benahi Tata Kelola Badan Gizi Nasional
Ia menegaskan bahwa seluruh harimau sumatra yang berada di fasilitas Taman Safari Indonesia dipelihara dalam kerangka konservasi dan bukan untuk kepentingan komersial.
Saat ini terdapat 24 ekor harimau sumatra yang berada di bawah pengelolaan Taman Safari Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian spesies yang statusnya masih terancam punah di alam liar.
Menurutnya, program pengembangbiakan tersebut menjadi salah satu langkah nyata untuk membantu meningkatkan populasi harimau sumatra yang terus menghadapi tekanan akibat hilangnya habitat, perburuan liar, dan berbagai ancaman lainnya.