Sifat beracun burung Hooded Pitohui tidak tercatat sampai tahun 1989.
Jack Dumbacher, yang menjaring burung di New Guinea, menangkap Hooded Pitohui dan saat melepaskannya dari jaringnya.
Baca Juga:
Unik! Penduduk Desa Ini Berkomunikasi Pakai Siulan Mirip Burung
Jack tidak sengaja tergores dan tergigit.
Kemudian Dumbacher memasukkan jari yang terpotong ke dalam mulutnya, namun bibir serta lidahnya menjadi mati rasa.
Meski beracun, penduduk asli Papua juga memakan Hooded Pitohui.
Baca Juga:
Ini Alasan Elon Musk Ubah Logo Twitter Jadi 'X'
Namun, mereka memperingatkan jika burung Hooded Pitohui harus disiapkan dengan sangat hati-hati, termasuk mengulitinya.
Bahkan merebus kulit dengan lembut dalam air akan menghasilkan zat beracun.
Burung Pitohui umumnya memiliki panjang sekitar 23 sentimeter dengan kaki yang kuat dan paruh yang kuat.