Ribuan
warga kaki gunung di Kelurahan Kinilow I, Kinilow II, Tinoor, dan Kakaskasen
dipaksa mengungsi.
Sebagian
dari mereka lari menyelamatkan diri ke tempat aman, beberapa di antaranya
berlari ke Manado.
Baca Juga:
Sumedang dan Majalengka Jadi Salah Satu Daerah dengan Jumlah Petir Tertinggi di Bulan Maret 2025
Pemerintah
Kota Tomohon mencatat, sekitar 10.000 warga kaki gunung terpaksa mengungsi,
sebagian di antaranya menempati lokasi pengungsian yang diadakan oleh
pemerintah kota setempat.
Jumlah
warga yang menempati enam lokasi pengungsian tercatat 6.000 orang.
Posko
bencana di Kota Tomohon menyebutkan, tak ada korban jiwa ataupun warga yang cedera akibat erupsi,
kecuali seorang pengungsi bernama Blasius Tumembouw (71) yang meninggal
di Rumah Sakit Bethesda, Tomohon, akibat panas tinggi.
Baca Juga:
Potensi Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut hingga Lebaran, PLN Siapkan Langkah Antisipatif
Diberitakan, 28 Agustus 2011, setelah 14 Juli,
Gunung Lokon kembali meletus pada 17 Juli 2011.
Letusan
terjadi setelah hampir 20 tahun aktivitasnya menurun.