Ketika tsunami melanda daratan Jepang 11 tahun lalu, Istri Takamatsu sedang bekerja.
Sementara itu, Yoku Takamatsu terlibat dalam proses pembersihan puing-puing dari kerusakan gempa awal ketika tsunami menyapu.
Baca Juga:
Tsunami Dahsyat 1674 di Ambon: BMKG Ingatkan Ancaman yang Masih Mengintai
Dalam pesan teks terakhir kepada suaminya, Yuko menulis: “Apakah kamu baik-baik saja? Saya ingin pulang ke rumah.”
Berbulan-bulan kemudian, teleponnya ditemukan dengan pesan yang tidak terkirim: “Tsunami menimbulkan malapetaka.”
Takamatsu, seorang sopir bus, sebelumnya mengatakan dia tidak menyelam secara spontan, tetapi pemikiran tentang istrinya telah “mendorongnya” ke dalam air.
Baca Juga:
Gempa 6.8 M di Jepang, Ini Penjelasan BMKG Soal Dampaknya di Indonesia
“Saya memang ingin menemukannya, tetapi saya juga merasa bahwa dia mungkin tidak akan pernah ditemukan karena lautan terlalu luas --tetapi saya harus terus mencari,” ujarnya, sebagaimana dilansir Daily Mail pada Kamis (6/10/2022).
Selama setiap penyelaman, Takamatsu mengangkat tangki scuba diving di punggungnya, mengenakan pakaian karet, dan melangkah ke lautan yang membeku dengan bantuan instruktur selam, Masayoshi Takahashi.
Takahashi, yang memimpin penyelaman sukarelawan untuk mencari korban tsunami yang hilang, mengatakan bahwa menurutnya penting untuk membantu Takamatsu menemukan istrinya.