Takamatsu, yang tengah bersama ibu mertuanya di sebuah rumah sakit di kota tetangga pada saat itu, tidak diizinkan untuk kembali ke kota yang hancur, yang pada saat itu porak poranda dengan sisa-sisa bangunan, perahu nelayan, dan mobil.
Namun, ketika aturan pembatasan dicabut pada hari berikutnya, dia pergi ke rumah sakit Onagawa, yang terletak di puncak bukit, sebagai tempat evakuasi yang ditunjuk di mana ratusan orang telah melarikan diri segera setelah gempa besar.
Baca Juga:
Tsunami Dahsyat 1674 di Ambon: BMKG Ingatkan Ancaman yang Masih Mengintai
Di sanalah dia mengetahui bahwa karyawan bank, termasuk istrinya, telah hanyut.
“Saya merasa lutut saya terkulai. Saya tidak merasakan apa-apa di tubuh saya," katanya.
Bencana tersebut, dengan kekuatan gempa 9,1 SR, adalah yang terburuk yang pernah melanda Jepang, dan yang paling dahsyat keempat dalam sejarah manusia. [gun]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.