Sekilas, inu terdengar mirip dengan olahan gorengan tempe pada umumnya. Namun, tempe mendoan sangatlah berbeda. Baik dari segi tekstur, rasa hingga cara penyajian.
Mulanya tempe diiris tipis dan lebih lebar bila dibandingkan gorengan tempe pada umumnya.
Baca Juga:
Pemprov Sulteng Lestarikan Nilai Budaya melalui Festival Warisan Budaya 2024
Setelah dibaluri adonan tepung tempe lalu digoreng dengan minyak panas sekitar empat menit.
Tempe mendoan hanya dimasak sebentar tanpa menunggu adonan berubah warna hingga keemasan.
Olahan tempe ini sangat populer di Indonesia, namun menurut berbagai sumber menyebutkan bahwa jenis gorengan satu ini berasal dari daerah Banyumas.Keberadaanya pun kini sudah tersebar diberbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga:
Ngalaksa dan Tarawangsa Asal Rancakalong, Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda
Diketahui, penamaan tempe mendoan disinyalir diambil dari kata mendo yang dalam bahasa Jawa Banyumas yang berarti setengah matang.
Dapat dikatakan bahwa nama tempe mendoan diambil dari teknik memasaknya.
Ada alasan di balik penggunaan teknik memasak setengah matang. Mulanya mendoan adalah olahan tempe cepat saji.