Selain empati, kebiasaan tersenyum kepada orang asing juga sering dikaitkan dengan rasa aman yang kuat terhadap diri sendiri.
Banyak orang merasa enggan tersenyum karena takut dianggap aneh, diabaikan, atau tidak memperoleh respons yang diharapkan dari orang lain.
Baca Juga:
Luhut Tak Lagi Pimpin Komite Kereta Cepat, AHY Resmi Jadi Nahkoda Baru
Sebaliknya, individu yang melakukannya secara alami biasanya memiliki konsep diri yang sehat sehingga tidak terlalu bergantung pada validasi eksternal untuk merasa berharga.
Dalam dunia psikologi, kondisi tersebut dikenal sebagai secure self-concept, yaitu keadaan ketika seseorang merasa nyaman dengan dirinya sendiri tanpa terus-menerus memikirkan penilaian orang lain.
Orang dengan karakter seperti ini umumnya lebih santai, tidak defensif, dan lebih mudah menunjukkan kehangatan dalam interaksi sosial sehari-hari.
Baca Juga:
Apresiasi Program Pelatihan Kerja DKI, MARTABAT Prabowo-Gibran: Fondasi SDM Aglomerasi Jabodetabekjur Harus Disiapkan Sejak Sekarang
Kebiasaan tersenyum kepada orang asing juga sering ditemukan pada individu yang memiliki kecerdasan emosional yang baik.
Mereka mampu membaca situasi sosial dengan lebih peka dan memahami bahwa energi positif yang sederhana dapat mengubah suasana interaksi menjadi lebih nyaman.
Senyum kepada pelayan restoran, seseorang yang sedang gugup, atau orang yang ditemui di jalan dapat menciptakan efek emosional yang jauh lebih besar daripada yang terlihat di permukaan.