Selain itu, mereka juga umumnya mampu menikmati momen-momen kecil dalam kehidupan sehari-hari.
Orang yang masih sempat tersenyum kepada orang asing biasanya memiliki tingkat kesadaran atau mindfulness yang lebih baik karena benar-benar hadir dalam momen yang sedang dijalani.
Baca Juga:
Luhut Tak Lagi Pimpin Komite Kereta Cepat, AHY Resmi Jadi Nahkoda Baru
Penelitian psikologi menemukan bahwa kemampuan menikmati interaksi sederhana sehari-hari berkaitan dengan tingkat stres yang lebih rendah, kepuasan hidup yang lebih tinggi, dan kualitas hubungan sosial yang lebih sehat.
Kebiasaan ini juga menunjukkan keberanian untuk tetap menunjukkan kebaikan di tengah lingkungan yang terkadang menganggap keramahan sebagai kelemahan.
Dalam psikologi perilaku, tindakan positif yang dilakukan tanpa mengharapkan keuntungan pribadi disebut sebagai prosocial behavior.
Baca Juga:
Apresiasi Program Pelatihan Kerja DKI, MARTABAT Prabowo-Gibran: Fondasi SDM Aglomerasi Jabodetabekjur Harus Disiapkan Sejak Sekarang
Orang yang memiliki kecenderungan prososial umumnya lebih kooperatif, lebih stabil secara emosional, dan memiliki hubungan interpersonal yang lebih sehat.
Pada akhirnya, senyum sederhana kepada orang asing dapat menjadi cahaya kecil yang memberi dampak besar bagi orang lain yang mungkin sedang menghadapi hari yang sulit.
Kita tidak pernah benar-benar mengetahui persoalan yang sedang dihadapi seseorang, mulai dari kesepian, kelelahan, hingga kehilangan harapan dalam hidupnya.