Sepanjang kariernya, Nayato dikenal sebagai sutradara yang sangat identik dengan film-film bernuansa mistis.
Gaya penyutradaraannya yang khas menjadikannya salah satu figur berpengaruh dalam perkembangan genre horor di Indonesia.
Baca Juga:
Sosok Setia di Balik Jenderal Hoegeng, Meri Hoegeng Berpulang
Karya Film dan Sinetron
Dalam perjalanan kariernya, Nayato Fio Nuala juga menggunakan nama panggung Koya Pagayo.
Di bawah dua identitas tersebut, ia menghasilkan berbagai karya yang cukup dikenal luas.
Baca Juga:
Ayah Venna Melinda Meninggal Dunia, Unggahan Video Call Terakhir Bikin Haru
Beberapa film yang pernah disutradarainya antara lain The Soul (2003), Ekskul (2006), Hantu Perawan Jeruk Purut (2008), Kereta Hantu Manggarai (2008), Virgin 2: Bukan Film Porno (2009), Pocong Jumat Kliwon (2010), Heart 2 Heart (2010), Tarung: City of The Darkness (2011), 7 Hari Menembus Waktu (2015), hingga Wengi: Anak Mayit (2018).
Selain itu, ia juga menggarap sejumlah film lain seperti Ada Hantu di Sekolah (2004), Panggil Namaku Tiga Kali (2005), 12:00 AM (2005), Hantu Jeruk Purut (2006), Lewat Tengah Malam (2007), Malam Jumat Kliwon (2007), Jeritan Kuntilanak (2009), Pocong Rumah Angker (2010), Te(Rekam) (2010), hingga Hantu Jeruk Purut Reborn (2017).
Di dunia sinetron, Nayato turut berkontribusi melalui sejumlah judul seperti New Pondok Indah (1997), Magic (2013), Enigma (2015), Sodrun Merayu Tuhan (2017–2018), Malaikat Cinta (2018), dan Cinta Misteri (2018).