Kondisi ini menimbulkan tekanan mental yang besar.
Banyak lulusan merasa kehilangan kepercayaan diri dan takut mencoba lagi, meskipun mereka sebenarnya telah berjuang keras mencari pekerjaan.
Baca Juga:
Ranking Terbaru! Suku Batak Pimpin Daftar Lulusan Sarjana Terbanyak di Indonesia
Studi Universitas Indonesia (Setiawan, 2020) menunjukkan bahwa tekanan sosial semacam ini berkontribusi terhadap meningkatnya stres dan kecemasan.
Gengsi dan Keengganan Memulai dari Bawah
Tak sedikit lulusan yang menolak pekerjaan yang tidak sesuai dengan jurusan atau dianggap “kurang bergengsi.”
Baca Juga:
28 Mahasiswa STPK Matauli Diwisuda, Ini Harapan Kadis Pendidikan Tapteng
Mereka merasa, setelah bertahun-tahun kuliah, seharusnya langsung mendapat posisi prestisius. Sayangnya, pola pikir ini membuat mereka melewatkan banyak peluang.
Dunia kerja lebih menghargai pengalaman, keterampilan, dan kemauan belajar dibanding sekadar ijazah (Hidayat, 2021).
Banyak profesional sukses justru memulai dari bawah sebelum akhirnya menanjak ke posisi yang lebih tinggi.