Makna tersirat motif parang dalam varian ini adalah ketegasan dalam melaksanakan tugas dengan meneladan Dewa Surya, yaitu dewa teladan yang selalu menjernihkan segala macam permasalahan seperti hadirnya matahari di setiap harinya.
5. Batik Bayu Krastala
Baca Juga:
Perajin Batik Kediri Harap Pemerintah Fasilitasi Penjualan dan Tenaga Kerja
Motif batik Bayu Krastala terinspirasi dari rěnggan Gada Lukitasari. Motif poleng melambangkan watak tegar, gigih, mantap, dan penuh semangat.
Betara Bayu dalam Asthabrata versi Pakualaman digambarkan sebagai teladan akan sikap keteguhan hati seorang pemimpin, sehingga rakyat yang dipimpinnya akan tertib tidak sembarangan dalam bertingkah laku.
6. Batik Wisnu Mamuja
Baca Juga:
Kanwil Kemenkumham Sulteng: Penampilan Elon Musk Dengan Batik Bomba Mendunia
Motif Batik Wisnu Mamuja dilukiskan dengan senjata cakra dan trisula serta nyala api dari dupa yang mewakili identitas Dewa Wisnu sebagai seorang pemimpin dan pertapa.
Seorang pemimpin ideal hendaknya memiliki watak asketis, untuk menjaga jarak dengan gemerlap kehidupan, sehingga batinnya suci dalam memahami hakikat ketentuan Yang Mahakuasa.
7. Batik Brama Sembada