Sebut saja misalnya, Jenderal Luhut Binsar Panjaitan dengan
yayasan pendidikan DEL di Kabupaten Toba Samosir, Jenderal TB Silalahi dengan
yayasan Soposurung di Balige, Kabupaten Toba Samosir, GM Panggabean dengan
Universitas Tapanuli Utara di Silangit Kabupaten Tapanuli Utara dan beberapa
orang lainnya yang telah menanamkan investasi di Bona Pasogit.
Baca Juga:
Tunggul Simanjuntak Ditemukan Tidak Bernyawa di Kapal KMP Kaldera Toba
Padahal, sungguh banyak Diaspora kawasan Kaldera Toba
seharusnya mampu menanamkan investasi untuk mendongkrak percepatan kemajuan
pembangunan di tanah leluhur asal-usul Diaspora kawasan Kaldera Toba.
Jika para Diaspora kawasan Kaldera Toba tidak "holip di
mata, holip di roha" atau jauh di mata jauh di hati, maka percepatan
kemajuan pembangunan di kawasan Kaldera Toba tidak lah menjadi "Anak
Tiri" mengingat potensi besar dimiliki Diaspora tersebut di seluruh dunia.
Baca Juga:
Bendera Merah Putih dan Doa Diaspora Sambut Presiden Prabowo di Ottawa
Putera-Puteri Bona Pasogit di tanah perantauan sungguh luar
biasa kepintaran, kecerdasan, kejenialan anugerah Tuhan Yang Maha Esa.