Setelah itu, barang tersebut dapat diubah menjadi bentuk apa saja, baik karya seni yang memiliki art value atau barang yang dapat digunakan kembali.
Winston juga menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah bekerja sama dengan Google untuk mewadahi orang-orang agar mulai membiasakan untuk melakukan Circular Economy.
Baca Juga:
Bahaya di Balik 'Sat-set': Kebiasaan yang Mengancam Kesehatan Generasi Muda
Memanfaatkan aplikasi yang dapat diunduh di App Store, yakni SWAI (Solving Waste with AI), pihaknya terus mendukung lingkungan sosial semakin indah kembali.
Maka dari itu, buat kamu yang hari ini masih membiasakan diri dalam Linear Economy, yakni membeli, memakai, dan membuang sudah dapat membiasakan diri dengan pola Circular Economy, yakni membeli, memakai, dan mendaur ulang barang-barang yang kembali dapat dimanfaatkan. Semoga langkah ini bisa membantu lingkungan di Indonesia semakin bersih dan sehat.
Perwakilan dari STIE Kasih Bangsa Novrizal D. Patterson berharap informasi ini dapat membuka inspirasi bagi Gen Z dan Milenial untuk meningkatkan nilai lingkungan sosial dan bonus demografi.
Baca Juga:
Pacu Kreativitas Pemuda, Tri Adhianto Gelar Lomba Tumpeng Milenial
“Ini merupakan suatu kehormatan yang besar buat kami di webinar nasional ke-81 STIE Kasih Bangsa yang tentunya hari ini spesial karena mengangkat satu topik khusus yang menjadi masalah atau isu di seluruh dunia. Harapannya, topik istimewa ini dapat membuka inspirasi bagi Gen Z dan Milenial untuk meningkatkan nilai lingkungan sosial di sekitarnya dan membantu bonus demografi khususnya di Indonesia,” ucap Novrizal. [ast]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.