Hal ini memperkuat dugaan bahwa kematian sang ibu bukanlah peristiwa biasa, melainkan terkait dengan sesuatu yang lebih gelap dan tersembunyi di balik aktivitas pabrik.
Di sisi lain, sosok Bona yang diperankan Iqbaal Ramadhan hadir sebagai adik bungsu dalam keluarga tersebut.
Baca Juga:
Joko Anwar Hadirkan Ghost in the Cell, Kisah Napi Hadapi Teror Hantu dan Ketidakadilan
Karakter ini memiliki kemampuan unik untuk meregenerasi tubuhnya, terinspirasi dari axolotl yang dikenal mampu memperbaiki jaringan tubuh secara alami.
Kemampuan ini menjadi simbol kritik terhadap sistem kerja modern yang menuntut manusia untuk terus “memperbaiki diri” dan tetap produktif dalam kondisi apa pun.
Film ini diproduseri oleh Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Proyek Monster Pabrik Rambut juga menjadi kolaborasi lintas negara yang melibatkan Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis, menunjukkan skala produksi yang cukup besar.
Baca Juga:
Film Horor Psikologis Lift, Teror Ruang Sempit yang Ungkap Dosa Masa Lalu
Naskah film ditulis oleh Edwin bersama Eka Kurniawan. Kolaborasi ini merupakan yang kedua kalinya setelah keberhasilan mereka dalam film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas yang mendapat pengakuan internasional.
Selain berperan sebagai aktor, Iqbaal Ramadhan juga terlibat sebagai produser eksekutif bersama Ernest Prakasa, Dian Sastrowardoyo, dan Maudy Ayunda.
Edwin menjelaskan bahwa film ini berupaya merefleksikan kondisi dunia kerja yang kerap membuat manusia kehilangan batas kemampuannya sendiri.