WahanaNews.co | Keriuhan melanda Parbi (Persatuan Artis Batak Indonesia).
Keputusan Ketua Umum Parbi, Andi Situmorang, yang mengundurkan diri secara lisan dan bersifat sepihak, jadi pemantiknya.
Baca Juga:
100 Tahun Sitor Situmorang: Napak Tilas Sang Penyair Melalui Panggung Opera Batak
Maka, jajaran Pengawas, Pembina, dan Penasehat Parbi pun sontak membentuk "Tim Penyelamat", dengan komposisi Richard Damanik sebagai Ketua, Paul Sihombing jadi Sekretaris, dan JS Simatupang selaku Juru Bicara.
Hal itu terungkap melalui perbincangan dengan WahanaNews di Hezron Resto, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Senin (29/11/21) malam.
"Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Kami menyimak, mendengarkan, dan menganalisis presentasi Tim BPH (Badan Pengurus Harian) sekitar sebulan sebelumnya. Dan yang diutarakan Ketua Umum, di mana dia mengundurkan diri secara sepihak, sehingga para Dewan Parbi merasa kaget, dan pada saat itu para Dewan menolak pengunduran diri dari Andi Situmorang," kata Ketua Tim Penyelamat Parbi, Richard Damanik, mengawali pembicaraan.
Baca Juga:
Mengapa Suku Batak Menjadi Pencetak Sarjana Terbanyak?
"Kami (Pengawas, Pembina, dan Penasehat) mempunyai beban moral dan tanggung jawab untuk meluruskan permasalahan yang terjadi dalam tubuh Parbi," lanjutnya.
Tujuan pembentukan Tim Penyelamat Parbi ini, tambahnya, adalah untuk mendengar langsung alasan dan penjelasan dari kedua belah pihak yang berseteru.
“Dan yang pertama kami undang adalah jajaran Andi Situmorang, yang hadir lengkap, lalu mempresentasikan sekaligus menjelaskan data-data dan fakta dari dinamika di Parbi,” katanya.