Pengunjung bisa menyaksikan langsung kawanan monyet di Mandala Wisata Wenara Wana. Di sini, pengunjung bisa berinteraksi dengan monyet selama mengikuti arahan yang ada.
Hutan konservasi
Baca Juga:
Awasi Busana Pengunjung Pura, Pecalang Wanita Hadir di Bali
Sebagian Hutan Alam Mandala Wisata Wenara Wana.
Selain kawanan monyet, daya tarik dari Mandala Wisata Wenara Wana adalah hutan alaminya. Hutan ini terdiri dari sekitar sepersepuluh kilometer persegi (sekitar 27 hektar). Mandala Wisata Wenara Wana juga menjadi merupakan tempat penting untuk program penelitian dan konservasi.
Baca Juga:
Bupati AFU Resmikan Pura Catur Bhuana di Kota Waisai Raja Ampat
Di sini, hidup etidaknya 115 spesies pohon yang berbeda. Beberapa dari pohon ini dianggap suci dan digunakan dalam berbagai praktik spiritual Bali. Contohnya termasuk Majegan, yang digunakan secara eksklusif untuk pembangunan tempat pemujaan; atau Berigin, yang daunnya digunakan dalam upacara kremasi.
Ada juga pohon Pule Bandak yang mewujudkan semangat hutan, dan digunakan dalam pembuatan topeng yang kuat. Topeng-topeng ini hanya digunakan di dalam pura, dan pohon-pohon tidak ditebang untuk membuatnya. Hari khusus dipilih dan pemuka agama meminta izin kepada roh pohon untuk memotong sepotong kecil kayunya.
Pura