"Saya mengestimasi (Putin) memiliki kekayaan sebesar US$ 200 miliar yang didapat dari sesuatu yang tidak sah," kata Browder dalam testimonisnya di hadapan Komite Kehakiman Senat Amerika Serikat pada Juli 2017, sebagaimana dilansir CNBC International.
Browder mendirikan dan memimpin Hermitage Capital Management dari 1996 hingga 2005, dan merupakan perusahaan penasihat investasi di Rusia. Hermitage Capital Management juga berinvestasi di pasar saham Rusia senilai US$ 4 miliar, tetapi pada 2005 Browder dicap sebagai "ancaman keamanan nasional" dan dilarang datang ke Rusia.
Baca Juga:
Ketegangan Inggris Vs Rusia, Awas Perang Baru Dunia
Pemerintah Rusia kemudian menyita dana Hermitage Capital Management.
Sementara itu analis politik Rusia, Stanislav Belkovsky, pada 2017 lalu memberikan estimasi kekayaan Putin mencapai US$ 70 miliar.
Menurutnya, kekayaan Putin tersebut didapat beberapa dari kepemilikan saham sebesar 37% di perusahaan minyak Surgutneftegaz, dan 4,5% di perusahaan raksasa gas alam, Gazprom.
Baca Juga:
Rusia Hapus Domain YouTube dan WhatsApp, Akses Internet Kian Diperketat
Berdasarkan data dari Companies Market Cap, kapitaisasi pasar Surgutneftegaz saat ini mencapai US$ 19,58 miliar, dan Gazprom sebesar US$ 71,92 miliar.
Putin juga dikabarkan memiliki saham di perusahaan trading komoditas Gunvor. Namun, hal tersebut sudah dibantah oleh pihak Gunvor.
Meski demikian, berapa sebenarnya harta yang dimiliki Putin sulit dilacak. Forbes pada Januari lalu mengatakan berapa kekayaan Putin adalah misteri yang dihadapi selama 20 tahun.