“Bagian penting dari kesuksesan FTX adalah crash sangat jarang terjadi,” kata Bankman-Fried.
Selain itu, pedagang tertarik pada kebijakannya yang mengizinkan mereka memiliki satu akun di mana saldo margin saling mengimbangi, daripada banyak akun margin.
Baca Juga:
Ditendang MSCI: Rp31,5 Triliun Ludes, Prajogo Pangestu Jadi Salah Satu Miliarder Paling Boncos
Margin berarti meminjam uang dari broker untuk berdagang.
Dan mereka menyukai turunan kripto kompleks yang menjadi spesialisasi FTX. Kondisi itu memungkinkan mereka bertaruh pada harga token utama di masa depan, seperti Bitcoin dan Ethereum.
Namun, sebagai pusat aktivitas perdagangan berisiko, FTX dengan tegas berada dalam pandangan regulator dan pembuat undang-undang.
Baca Juga:
Forbes Rilis Daftar Orang Terkaya RI, Duo Hartono Masih Tak Tergoyahkan
Dari empat karyawan pada saat awal berdiri, kini FTX mempekerjakan sekitar 250 orang.
"Kami tidak butuh modal, kami untung. Kami akan melakukan apa pun yang terasa benar untuk perusahaan," kata Bankman-Fried dalam vlog Nasdaily.
Aktivitas Sebagai Filantrofi