"Kami memohon kepada dokter untuk mengizinkannya masuk," imbuh ibu korban.
Mendengar pernyataan itu, Direktur Rumah Sakit Donaustadt Lothar Mayerhofer menolak semua tuduhan yang dilayangkan oleh keluarga Dilber.
Baca Juga:
Hadirkan Cabang Ke-15 di Bekasi, FruityWax Bagi-bagi Diskon Hingga 30 Persen
"Ada indikasi yang jelas mengenai penyakit autoimun yang mengerikan," katanya.
"Pasien meninggal selama terapi yang sedang berlangsung. Kami tidak dapat melakukan apapun untuknya," imbuh Lothar.
Ia menduga penyakit autoimun yang dialami Dilber kemungkinan disebabkan oleh prosedur kosmetik yang gagal.
Baca Juga:
Cabe Rawit Jadi Bahan Perawatan Pencerah Kulit Pertama di Indonesia
Kepala dokter Rumah Sakit Donaustadt Regina Katzenschlager mengatakan Dilber dilaporkan mengunjungi ahli kecantikan Instagram untuk kedua kalinya saat dia sedang menerima perawatan rawat jalan.
Ahli kecantikan yang melakukan prosedur filler tersebut juga dilaporkan menghilang setelah kejadian tersebut.
Dilber diketahui telah membayar €180 atau setara Rp 3 juta rupiah untuk mendapatkan perawatan filler bibir tersebut.