Rekan penulis,
Profesor David Mouillot,
mengatakan,
jejak karbon ikan laut 25 persen lebih tinggi dari perkiraan industri sebelumnya.
Ikan besar seperti
tuna, hiu, makarel, dan todak
mengandung sekitar 10 hingga 15 persen karbon.
Baca Juga:
Mendikti Libatkan TNI Gembleng Penerima LPDP, Ini Alasannya
"Ketika ikan ini mati, mereka tenggelam dengan cepat.
Akibatnya, sebagian besar karbon yang dikandungnya terserap di dasar laut
selama ribuan atau bahkan jutaan tahun," kata Prof Mouillot.
"Karena itu, mereka adalah penyerap karbon, yang ukurannya
belum pernah diperkirakan sebelumnya," tambahnya.
Lautan menghadapi ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya
dari perubahan iklim buatan manusia dan penangkapan ikan berlebihan.
Baca Juga:
Hardiknas 2026, Wali Kota Gunungsitoli Ingin Kesejahteraan Guru Diprioritaskan
Ilmuwan menyerukan praktik penangkapan ikan agar lebih masuk akal
dan bijak.
Selain itu, penyu, dan mamalia seperti paus hingga lumba-lumba
juga memainkan peran penting dalam penyerapan karbon di Bumi. [dhn]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.