Awalnya, mereka enggan masuk masjid, karena sebagian tubuh mereka dipenuhi tato.
“Saya ingatkan mereka, tetaplah beribadah, karena Tuhan akan melihat semua niat baik mereka,” ucapnya.
Baca Juga:
KPK Tahan Mantan Direktur Pertamina dalam Skandal Katalis Rp176 Miliar
Corporate Secretary PGE, Muhammad Baron, mengatakan, pihaknya berupaya mengembangkan kapasitas kelompok yang dibina oleh Yanti.
"Caranya dengan mengadakan pelatihan pengelolaan kewirausahaan, pelatihan marketing, peningkatan kapasitas, dan mendukung promosi produk Wanita Mandiri dengan mengadakan pameran," kata Baron.
PGE Area Kamojang juga mendukung kegiatan kejar paket A, B, dan C yang diadakan oleh Yayasan Pendidikan An Nur, yang didirikan oleh Tjitjih (Ibunya Yanti) pada 2004.
Baca Juga:
Patra Niaga Dukung Jakarta Pertamina Enduro (Putri) di Proliga 2026 jadi Juara Bertahan
PGE bahkan ikut mendirikan bangunan sekolah untuk membantu mengurangi buta huruf, gaul dengan anak punk, dan merangkul Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Sejak tahun 2016, PGE mengembangkan program Sehati Terapi Eduplay untuk anak berkebutuhan khusus di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.
Sebagai bentuk pengembangan program, PGE bersinergi dengan Yanti sebagai motivator sekaligus pendamping parenting bagi para orang tua yang memiliki ABK. [dhn]