"Dia amat syok. Dia punya putra berusia sembilan tahun. Kami terus berkomunikasi dengan mereka, karena kami amat mengkhawatirkan keluarganya, anaknya," kata Baldwin.
Baldwin menyebut dirinya amat menantikan perkembangan penyelidikan kasus insiden Rust ini. Bahkan dirinya menyebut tertarik akan "upaya berkelanjutan" dalam membatasi penggunaan senjata api di lokasi syuting.
Baca Juga:
Ganjar Pranowo: Gratis Biaya Perizinan Syuting Film dalam Rencana Kepresidenan
"Memang ada beberapa kejadian insiden di lokasi syuting, tapi tak ada yang seperti ini. Ini adalah satu berbanding miliaran episode, sangat langka," kata Baldwin.
"Berapa banyak peluru ditembakkan di film dan acara televisi selama 75 tahun terakhir. Ini Amerika. Berapa banyak peluru dilepaskan di lokasi film dan televisi sebelumnya? Berapa banyak, miliaran dalam 75 tahun?" lanjutnya.
"Dan hampir semuanya tanpa insiden. Jadi apa yang terjadi saat ini adalah, kita harus menyadari bahwa ketika itu menjadi salah dan ini adalah hal yang mengerikan, bencana, beberapa tindakan mesti dilakukan," kata Baldwin.
Baca Juga:
Syuting Perdana Jebolan Program Indonesiana Filim 2021 "TULANG BELULANG TULANG"
"Senjata karet, senjata plastik, bukan senjata asli di lokasi syuting. Bukan saya yang menentukan. Penting bagi kalian memahami saya bukan ahli di bidang ini, jadi apapun yang diputuskan pihak lain adalah hal terbaik untuk melindungi keselamatan orang di lokasi syuting, saya sepenuhnya ikut dan saya akan bekerja sama sebaik mungkin," lanjutnya.
Penyelidikan Kasus Tembakan Alec Baldwin Bisa Berbulan-bulan
Ketika ditanya apakah dirinya yakin produksi Rust akan berlanjut, Baldwin dengan cepat menjawab "tidak, saya tak yakin".