Kandungan unsur hara pada tanah semakin lama akan terus berkurang. Oleh sebab itu, diperlukan pemberian unsur hara melalui pemupukan.
Pupuk yang digunakan harus memenuhi kandungan Nitrogen (N), Phospor (P) dan Kalium (K). Jenis pupuk yang dapat digunakan seperti pupuk Phonska dan pupuk mutiara 16-16-16.
Baca Juga:
Kasus Korupsi Tata Kelola Sawit, Jaksa Agung Sebut Ada Pejabat KLHK yang Terjerat
Tanaman aprikot merupakan salah satu tanaman yang tahan terhadap cuaca ekstrem dan serangan organisme pengganggu tanaman. Namun, bukan berarti tanaman aprikot bebas dari serangan hama dan penyakit.
Pencegahan harus dilakukan dari awal seperti menggunakan varietas yang tahan penyakit dan pembersihan lingkungan kebun. Apabila terjadi serangan yang cukup berat, lakukan pengendalian menggunakan pestisida sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
Pemanenan
Baca Juga:
Permudah Akses Masyarakat Menuju Areal Pertanian, Pemdes Simanosor Bangun Jalan Sepanjang 2,4 KM
Pohon aprikot mulai berbuah pada umur 2 sampai 3 tahun. Buah aprikot yang sudah matang dan siap dipanen memiliki ukuran yang besar, apabila ditekan sedikit lunak dan warna oranye yang merata.
Pemanenan sebaiknya dilakukan di pagi hari dengan cara memetik dari tangkai buahnya. Lalu, umpulkan hasil panenan dalam wadah keranjang. [afs/eta]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.