Dikonfirmasi kebenaran informasi tersebut, Camat Tulin Onsoi, Kristoforus, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak terjadi di wilayahnya.
"Tidak ada peristiwa begitu di wilayah kami di desa mana pun di Tulin Onsoi. Hoaks itu," ujarnya, Rabu (14/12/2022).
Baca Juga:
Malaysia Cabut BMAD Serat Selulosa Asal Indonesia, Kemendag RI Prediksi Ekspor ke Malaysia Meningkat
Kristoforus juga sempat terkejut saat banyak warga menanyakan adanya kawanan gajah yang dikabarkan masuk Desa Sekikilan, dan ramai di jagat maya.
Ia menghubungi kepala Desa Sekikilan, sampai menelepon temannya yang ada di wilayah Malaysia, demi memastikan kebenaran informasi tersebut.
"Sudah cukup lama kita tidak pernah melihat keberadaan gajah di dalam hutan kami. Beberapa tahun ini juga tidak pernah ada laporan atau kejadian gajah merusak kebun warga seperti dulu. Ada kasus gajah masuk desa kami itu zaman sebelum Nunukan dimekarkan, masih di bawah Kabupaten Bulungan. Itu pun tidak gerombolan begitu yang masuk kampung," jelasnya.
Baca Juga:
ABK Kapal Kayu di Batam Bawa Sabu dari Malaysia, Jika Sampai Jakarta Dibayar Rp300 Juta
Kristo juga menegaskan kabar bohong tersebut ke anggota dewan dan para pejabat di Nunukan, untuk mengklarifikasi informasi yang tidak jelas sumbernya tersebut.
Dari informasi yang ia peroleh dari temannya di Malaysia, kawanan gajah tersebut masuk perkampungan di wilayah Kalabakan, Malaysia.
"Informasi yang saya dapat, itu kawanan gajah masuk kampung di daerah Morotai, Kalabakan, Malaysia, bukan di Tulin Onsoi. Teman-teman dari WWF juga sering pasang kamera rekaman, belum pernah dapat (gambar gajah). Lagian bahasa Dayak yang terdengar di video juga dialeknya bukan bahasa kami di sini. Intonasinya berbeda, intinya itu kabar hoaks," tegasnya. [rna]