Tak hanya itu, Sheikh Yusuf al-Qaradhawi juga pernah menjabat sebagai ketua di organisasi itu selama 14 sejak didirikan pada 2004 lalu.
Dikutip dari aljazeera.com, Tokoh Ikhwanul Muslimin ini lahir di Mesir pada tahun 1926 silam.
Baca Juga:
Lampaui Target, Ekspor Nonmigas Indonesia ke Mesir Capai USD 1,52 Miliar pada 2024
Dia pindah ke Qatar pada awal 1960-an ketika dia diangkat menjadi Dekan Fakultas Syariah di Universitas Qatar dan kemudian diberikan kewarganegaraan Qatar.
Selama bertahun-tahun, al-Qaradhawi memiliki acara telepon agama di TV Al Jazeera yang ditonton oleh puluhan juta orang.
Al-Qaradawi digambarkan oleh pendukungnya sebagai sosok ulama yang moderat, tetapi beberapa negara Barat dan Teluk menstigmanya sebagai seorang ekstremis.
Baca Juga:
Konvoi Bantuan Kemanusiaan Terbesar ke Jalur Gaza Diluncurkan Mesir
Hal ini lantaran satu sikapnya yang mendukung pemboman bunuh diri terhadap Israel dalam Intifada Kedua di awal 2000an.
Ia juga menyuarakan dukungan untuk memerangi orang Amerika di Irak setelah invasi tahun 2003 menggulingkan Saddam Hussein.
Sikapnya terhadap kedua masalah itu membuatnya mendapat kritik keras yang sudah berlangsung lama di dunia Barat.