WahanaNews.co, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau lokasi pengungsian korban kebakaran di kawasan Pasar Jiung, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap musibah kebakaran yang menimpa ratusan warga. Selain meninjau kondisi pengungsi, Rano juga memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Baca Juga:
Drone Iran Serang PLTN UEA, Bikin Kebakaran Hebat
Dalam peninjauan itu, Rano didampingi Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin, Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Iqbal, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Bayu, Kepala BAZNAS DKI Jakarta, serta jajaran Pemerintah Kota Jakarta Pusat.
Di hadapan para pengungsi, Rano menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan terus hadir mendampingi warga hingga proses pemulihan selesai.
Menurut dia, berbagai perangkat daerah telah dikerahkan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi, mulai dari tempat tinggal sementara, layanan kesehatan, makanan, hingga dukungan psikososial bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Baca Juga:
Satu Rumah Terbakar di Parbuluan IV Dairi
Selain meninjau fasilitas pengungsian, Rano juga mendengarkan langsung berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi warga pascakebakaran. Masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah penanganan dan pemulihan yang lebih efektif.
"Yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan pelayanan terbaik dan merasa aman. Pemerintah akan terus hadir sampai proses pemulihan berjalan dengan baik," kata Rano.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengatakan koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk mempercepat distribusi bantuan dan menjaga kenyamanan para pengungsi.
Menurut Arifin, berbagai kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji, kebutuhan bayi, selimut, matras, dan perlengkapan pokok lainnya telah disalurkan kepada warga terdampak.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.
"Kita harus menjadikan peristiwa ini sebagai pengingat bersama untuk lebih waspada. Pencegahan adalah langkah terbaik agar kejadian serupa tidak kembali terjadi," ujar Arifin.
Kebakaran yang terjadi di kawasan Jiung, Kemayoran, pada Senin malam (1/6/2026), tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga menyebabkan ratusan warga kehilangan tempat tinggal.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 345 kepala keluarga (KK) atau 679 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut. Jumlah itu terdiri atas 326 laki-laki dan 353 perempuan.
Dari total korban terdampak, terdapat 35 lanjut usia (lansia), 90 balita, 53 anak usia sekolah dasar, 60 anak usia sekolah menengah pertama, 22 remaja usia sekolah menengah kejuruan, serta 414 warga dewasa, termasuk ibu hamil yang memerlukan perhatian khusus.
Besarnya jumlah warga terdampak mendorong pemerintah bergerak cepat dengan mendirikan posko pengungsian yang dilengkapi layanan kesehatan, dapur umum, distribusi logistik, hingga pendampingan psikososial.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap para korban kebakaran tetap mendapatkan perlindungan dan pelayanan yang layak selama berada di pengungsian, sekaligus mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat terdampak.
Narasi ini sudah disesuaikan dengan gaya penulisan Kompas.com: faktual, berimbang, menggunakan format lokasi di awal berita, serta menempatkan kutipan dan data secara proporsional.
[Redaktur: Jupriadi]