"Saya secara pribadi diundang ke salah satu universitas di kota Kupang, untuk berbagi pengalaman sebagai pejabat pemerintah di luar negeri," ujarnya.
Amye mengisahkan bagaimana dirinya mencalonkan diri sebagai walikota Darwin sebagai kandidat independen.
Baca Juga:
AirAsia Resmikan Rute Denpasar–Darwin, Jembatani Budaya dan Ekonomi Dua Negara
"Ada enam calon dan saya satu-satunya yang mencalonkan diri sebagai calon independen karena saya tidak ingin terikat dengan partai politik mana pun," kata Amye.
"Kalau saya ikut partai, kemampuan saya untuk menyampaikan aspirasi rakyat terbatas. Protes publik seringkali tidak sampai ke Parlemen. Sebagai orang independen, saya bisa menyampaikan apa saja yang diinginkan masyarakat," ujar Amye.
Amye lulus dari sekolah kejuruan di kota Kupang dan menjadi warga negara Australia sejak tahun 1998, setelah menikah dengan warga negara Australia. Dalam pemilihan tersebut, dia mendapat dukungan kuat dari segmen masyarakat kelas menengah ke bawah.
Baca Juga:
Hadir di Indonesia, BrainEye Bakal Jadi Solusi Kesehatan Otak Berbasis Teknologi AI
Dia akhirnya terpilih sebagai wakil walikota dan pada saat yang sama diangkat sebagai anggota dewan kota Darwin (anggota majelis atau dewan kota) pada 20 September 2021. [rna]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.