Seorang pria mengatakan bahwa tradisi ini sudah berlangsung ratusan tahun ketika para pedagang yang menjual rempah-rempah biasa bepergian dari satu kota ke kota lain. Hal tersebut menyebabkan para pedagang tidak dapat menemukan pasangan untuk menikah dan tetap berstatus jomblo untuk waktu yang lama.
Penjual pria seperti itu disebut pepper dudes (Pebersvends), sedangkan wanita disebut pepper maidens (Pebermø).
Baca Juga:
‘Peternakan Manusia’ di Georgia Eksploitasi 100 Wanita untuk Bisnis Sel Telur
Sementara tradisi ini masih dijalani di Denmark, orang tidak menghakimi orang lain yang belum dapat menemukan pasangan dan berkeluarga pada usia 25. Tidak ada tuntutan apapun menyinggung pernikahan dini dalam masyarakat Denmark.
Pasalnya, usia rata-rata menikah di negara tersebut bagi pria adalah 34 setengah tahun sedangkan 32 tahun bagi wanitanya. [tum]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.