Selain itu, ayah yang toxic juga cenderung tidak menghargai batasan pribadi anak, seperti melanggar privasi atau memaksakan kehendak tanpa mempertimbangkan keinginan anak.
Perilaku tersebut menunjukkan kurangnya penghormatan terhadap kemandirian individu.
Baca Juga:
6 Penyebab Disfungsional Organisasi di Lingkungan Kerja, Apa Saja?
Dalam banyak kasus, ayah juga selalu merasa dirinya paling benar dan menolak sudut pandang anak.
“Kontrol adalah ciri utama perilaku toxic,” kata Firstein.
Sikap ini sering kali membuat anak kehilangan ruang untuk berkembang karena setiap keputusan dianggap salah.
Baca Juga:
Perilaku 'Self Gaslighting': Penyebab dan Tanda-tandanya
Interaksi dengan ayah yang toxic juga dapat menguras energi emosional, bahkan membuat anak merasa lelah setiap kali berkomunikasi.
Kondisi ini diperparah dengan adanya drama, keluhan berlebihan, dan tuntutan emosional yang terus-menerus.
Ayah yang toxic juga kerap memposisikan diri sebagai korban untuk memanipulasi perasaan anak.