WahanaNews.co, Jakarta - Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah masalah serius yang bisa terjadi di berbagai kalangan, termasuk di antara pasangan suami istri.
Salah satu aspek yang perlu diwaspadai adalah potensi kekerasan yang dapat dilakukan oleh pihak suami. Dalam artikel ini, kita akan mengidentifikasi ciri-ciri pria yang berpotensi menjadi pelaku KDRT.
Baca Juga:
Gegara Hasrat Tak Terpenuhi, Pria di Asahan Cekik Istri dan Bacok Mertua Pakai Kapak
Penting untuk diingat bahwa tidak semua orang dengan ciri-ciri ini pasti menjadi pelaku KDRT, namun pengamatan ini dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan mendorong tindakan preventif.
1. Kontrol Berlebihan
Pria yang memiliki kecenderungan untuk mengendalikan setiap aspek kehidupan pasangan, seperti keuangan, pergaulan, atau keputusan pribadi, dapat menjadi tanda kontrol berlebihan.
Baca Juga:
Bayi 4 Bulan Diculik Ibu Mertua! Ibu Muda Laporkan Kasus KDRT, Kapolres Tapteng Beri Atensi
Kontrol yang berlebihan ini dapat menciptakan ketidakseimbangan kekuasaan dalam hubungan dan menjadi pemicu potensial untuk kekerasan.
2. Sikap Agresif dan Mudah Marah
Sikap agresif dan mudah marah tanpa alasan yang jelas adalah tanda yang perlu diwaspadai.
Pria yang cenderung meledak-ledak dalam situasi sehari-hari atau menunjukkan perilaku agresif secara verbal maupun fisik dapat mengancam keamanan pasangan.
3. Isolasi Sosial
Pria yang berpotensi menjadi pelaku KDRT mungkin akan berusaha mengisolasi pasangan dari keluarga, teman, atau jaringan sosial lainnya.
Upaya untuk membatasi hubungan pasangan dengan dunia luar dapat menjadi strategi kontrol yang dapat memudahkan terjadinya kekerasan.
4. Tidak Bertanggung Jawab atas Kesalahannya
Pria yang tidak mau bertanggung jawab atas tindakannya atau selalu mencari kambing hitam untuk masalah yang timbul dapat menunjukkan kurangnya kontrol emosional dan kemampuan untuk menyelesaikan konflik dengan cara yang sehat.
5. Sikap Superioritas dan Penindasan
Pria dengan sikap superioritas yang berlebihan, merendahkan pasangan, atau merasa berhak untuk mendominasi hubungan dapat menjadi ancaman potensial.
Perilaku ini menciptakan ketidaksetaraan dalam hubungan dan memperkuat kemungkinan terjadinya kekerasan.
6. Riwayat KDRT atau Kekerasan dalam Hubungan Sebelumnya
Jika pria tersebut memiliki riwayat kekerasan dalam hubungan sebelumnya, baik sebagai korban atau pelaku, perlu diwaspadai. Pengalaman masa lalu dapat mempengaruhi cara dia menanggapi konflik dalam hubungan saat ini.
7. Manipulatif dan Mengancam
Pria yang cenderung manipulatif, menggunakan ancaman atau kekerasan untuk mendapatkan keinginannya, dapat menunjukkan pola perilaku yang berbahaya.
Intimidasi dapat menjadi strategi untuk mencapai kontrol.
Mengidentifikasi ciri-ciri pria berpotensi menjadi pelaku KDRT bukanlah upaya untuk menyudutkan atau mendiskriminasi, tetapi untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong upaya pencegahan.
Dalam kasus kekerasan atau potensi kekerasan, penting untuk mencari bantuan profesional, seperti konselor atau lembaga bantuan KDRT, untuk mendukung pasangan dan menciptakan lingkungan yang aman.
Waspada terhadap ciri-ciri ini dapat menjadi langkah awal untuk melibatkan diri dalam hubungan yang sehat dan bebas dari kekerasan.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]