“Untuk praktik bidannya ada izin, tapi untuk penitipannya ini belum ada. Karena seperti yang saya jelaskan tadi, mungkin dari kemanusiaan satu orang. Namun karena getok tular atau apa, sehingga sepuluh yang lain mengikuti,” terang Mateus.
Sejauh ini, polisi telah memeriksa 11 saksi.
Baca Juga:
Pemkot Yogyakarta Lakukan Normalisasi Sungai Rutin dan Kelola Sampah Setiap Tahun
Mereka terdiri atas ORP, kedua orang tuanya, seorang asisten rumah tangga, serta enam ibu kandung bayi.
Dari total 11 bayi yang dievakuasi, tiga di antaranya harus menjalani perawatan intensif di RSUD Sleman.
Kondisi medis ketiga bayi tersebut cukup serius.
Baca Juga:
Suami Diduga Jadi Pelaku, Terungkap Kronologi Penemuan Bidan Tewas di Jalur Pantura
“Ada tiga yang dirawat dan ditangani RSUD Sleman. Memang bukan karena perlakuan itu, tapi kondisi itu menambah keparahan sakitnya. Ketiga bayi ini di tubuhnya sudah mempunyai sakit yang kemungkinan dibawa sejak lahir,” ujar Direktur Utama RSUD Sleman dr. Wisnu Murti Yani.
Satu bayi berusia satu bulan mengalami gejala kuning.
Dua bayi lainnya yang sudah masuk kategori balita masing-masing mengalami kelainan jantung bawaan dan hernia.