Besarnya kebutuhan di lapangan membuat distribusi logistik menjadi salah satu perhatian utama dalam penanganan darurat pascagempa.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengakui bahwa persediaan logistik untuk masyarakat terdampak gempa NTT masih belum mencukupi kebutuhan di lapangan.
Baca Juga:
Petugas PLN Berjibaku Pulihkan Kelistrikan NTT, ALPERKLINAS: Keselamatan Personel Tetap Harus Jadi Prioritas
“Logistik awal bagi masyarakat terdampak, logistik dasar, makan, minum, air bersih, tenda, tempat berlindung, genset dan lain sebagainya, tentu saja kondisi di lapangan masih kurang,” kata Suharyanto dalam konferensi pers secara daring.
Pemerintah memastikan kekurangan tersebut akan terus dipenuhi dengan mempercepat mobilisasi bantuan dari berbagai daerah dan instansi terkait.
Kementerian Sosial juga dipersiapkan untuk menggeser persediaan kebutuhan dasar dari kabupaten sekitar yang terdampak ringan maupun tidak terdampak.
Baca Juga:
Terungkap Pemicu Gempa M 7,0 NTT, Sesar yang Sama Pernah Picu Bencana Flores 1992
“Dari Kementerian Sosial ini juga, untuk satu dua hari ini akan menggeser logistik dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak ini dari kabupaten-kabupaten sebelahnya yang terdampak ringan atau tidak terdampak,” ucap Suharyanto.
BNPB dan Kementerian Sosial juga masih mempunyai gudang logistik di Kabupaten Flores Timur yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto merespons bencana tersebut dengan memerintahkan jajaran pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa.