Selain itu, buruh juga menyoroti ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat dampak perang dan derasnya impor kendaraan.
"Isu yang akan disuarakan yakni sahkan RUU Ketenagakerjaan dan hapus upah murah dan outsourcing. Kami juga menuntut stop ancaman PHK akibat perang dan impor mobil, reformasi pajak, hapus pajak THR, sahkan RUU PPRT, sahkan RUU Perampasan Aset, ratifikasi Konvensi ILO No. 190, dan turunkan potongan tarif ojol menjadi 10%," jelasnya.
Baca Juga:
Perang AS - Israel dan Iran: KSPSI Tegaskan Alarm Nasional, Jaga Stabilitas Ekonomi dan Lindungi Pekerja
Tuntutan lainnya mencakup reformasi sistem perpajakan dengan menaikkan PTKP menjadi Rp7,5 juta per bulan serta penghapusan pajak terhadap THR, pesangon, dan JHT pensiun.
Selain digelar di Jakarta, aksi pra-May Day ini juga akan dilakukan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.
"Aksi demo pra-May Day FSPMI-KSPI besok juga akan serempak dilakukan di seluruh Indonesia," ujarnya.
Baca Juga:
Kapolri: Stabilitas Keamanan Kunci Pembangunan dan Investasi
Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian mobilisasi buruh menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei mendatang.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.