WahanaNews.co, Jakarta - Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dinilai bukan sekadar konflik kawasan, melainkan ancaman nyata terhadap stabilitas ekonomi global yang berdampak langsung pada Indonesia.
Wakil Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Arnod Sihite, mengingatkan seluruh elemen bangsa agar bersatu menjaga stabilitas nasional, khususnya di sektor ekonomi, sosial, dan politik.
Baca Juga:
Kritik Wacana Mendes Hentikan Minimarket, KSPSI: Bangun Kopdes Lewat Kolaborasi, Bukan Pelarangan
Menurut Arnod, pengalaman konflik sebelumnya seperti perang Rusia dan Ukraina telah membuktikan bahwa gejolak global memicu kenaikan harga energi, terganggunya rantai pasok, hingga lonjakan inflasi pangan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Ia menilai, konflik di Timur Tengah berpotensi memperburuk kondisi tersebut, terutama jika berdampak pada distribusi minyak dunia dan jalur perdagangan internasional.
Arnod Sihite selaku anggota LKS Tripartit Nasional menegaskan pemerintah wajib memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan pasokan bahan pangan tersedia di seluruh wilayah.
Stabilitas harga beras, gula, minyak goreng, hingga BBM harus menjadi prioritas agar daya beli masyarakat tidak semakin tertekan.
Baca Juga:
KSPSI: Stop Wacana Dua Periode dan Figur Wapres Baru, Fokus Dukung Asta Cita Prabowo
“Pemerintah harus mengantisipasi potensi inflasi akibat gejolak global. Jangan sampai harga bahan pokok melonjak dan memberatkan rakyat kecil,” ujarnya.
Ia juga meminta koordinasi antarkementerian dan lembaga diperkuat agar kebijakan yang diambil tidak parsial dan saling bertentangan.
Menurutnya, keputusan ekonomi dan politik yang tidak terkoordinasi berisiko menimbulkan kegaduhan dan blunder kebijakan yang merugikan masyarakat luas.