WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kepanikan sempat menyelimuti warga Perumahan Doyo Grand, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, setelah sekelompok anak menemukan benda mencurigakan yang diduga bom peninggalan Perang Dunia II di sekitar aliran kali yang melintas di kawasan tersebut.
Peristiwa itu terungkap setelah sejumlah anak yang sedang bermain di sekitar lokasi menemukan benda menyerupai bahan peledak dan kemudian melaporkannya kepada warga serta aparat kepolisian.
Baca Juga:
Fakta Sejarah yang Jarang Diketahui: Babi Pernah Mendominasi Meja Makan Orang Arab
Temuan tersebut terjadi di tengah kondisi wilayah yang sebelumnya sempat dilanda banjir sehingga muncul dugaan benda itu terbawa arus hingga masuk ke kawasan permukiman warga.
“Dari keterangan saksi, benda yang diduga bom itu ditemukan beberapa anak saat bermain di sekitar aliran kali. Benda tersebut diduga terbawa arus banjir karena sebelumnya banjir melanda perumahan itu,” kata Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan, Minggu (7/6/2026).
Setelah menerima laporan, personel kepolisian langsung mendatangi lokasi dan melakukan langkah pengamanan dengan memasang garis polisi guna mencegah warga mendekati benda yang diduga berbahaya tersebut.
Baca Juga:
Jangan Terlewat, Seleksi Anggota Badan Supervisi OJK Dibuka Sampai 12 Juni 2026
Pemeriksaan di sekitar lokasi juga mengungkap adanya temuan lain yang menambah kekhawatiran aparat karena tidak hanya satu benda mencurigakan yang ditemukan.
“Tak hanya benda berupa bom, tapi juga anak-anak menemukan beberapa proyektil peluru di sekitar lokasi kejadian,” ujar Dionisius.
Polres Jayapura kemudian berkoordinasi dengan Tim Penjinak Bom (Jibom) Satuan Brimob Polda Papua untuk melakukan identifikasi lebih lanjut sekaligus proses evakuasi sesuai prosedur penanganan bahan peledak.
Rencana pengamanan dan pemindahan benda tersebut dijadwalkan dilakukan oleh Tim Jibom pada Senin (8/6/2026) setelah seluruh tahapan pemeriksaan awal selesai dilakukan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Tim Jibom Satuan Brimob Polda Papua untuk melakukan identifikasi dan penanganan sesuai prosedur standar penanganan bahan peledak. Rencananya, benda itu akan diamankan oleh Tim Jibom pada Senin besok,” tuturnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, benda yang ditemukan diduga merupakan amunisi jenis bom yang berasal dari masa Perang Dunia II yang hingga kini masih memerlukan identifikasi lebih rinci untuk memastikan jenis serta tingkat bahayanya.
Meski demikian, aparat kepolisian memastikan lokasi penemuan berada dalam pengawasan ketat sambil menunggu proses penanganan oleh tim khusus.
“Dari pemeriksaan kita benda yang ditemukan diduga merupakan amunisi jenis bom peninggalan Perang Dunia II. Saat ini benda tersebut masih berada di lokasi penemuan dengan pengamanan ketat dari pihak kepolisian sambil menunggu penanganan oleh Tim Jibom Satuan Brimob Polda Papua,” paparnya.
Polisi juga meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan tindakan apa pun terhadap benda mencurigakan yang ditemukan di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.
Imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah risiko yang dapat membahayakan keselamatan warga apabila benda itu ternyata masih aktif.
“Untuk seluruh warga di sekitar kami himbau jangan menyentuh, memindahkan, ataupun mencoba membuka benda yang diduga merupakan bahan peledak peninggalan perang dunia itu,” pintanya.
Temuan di Perumahan Doyo Grand ini tercatat sebagai penemuan benda diduga bahan peledak ketiga yang terjadi di Kabupaten Jayapura dalam kurun waktu sepekan terakhir.
Sebelumnya pada Selasa (2/6/2026), warga menemukan sebuah bom mortir di kawasan Jalan Ariyau, Distrik Sentani, yang kemudian diamankan oleh aparat berwenang.
Selang sehari kemudian atau pada Rabu (3/6/2026) malam, dua bom jenis mortir kembali ditemukan di sekitar Lapangan Tembak Lanud Silas Papare yang berada di Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura.
Rangkaian temuan tersebut membuat aparat keamanan terus meningkatkan pemantauan dan mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga berkaitan dengan sisa-sisa amunisi peninggalan perang.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]