WahanaNews.co | Bupati Situbondo, Drs. Karna Suswandi kembali menyalurkan bantuan pupuk urea non subsidi gratis kepada ribuan petani yang terdaftar di Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (ERDKK).
hal tersebut dilakukan untuk membantu kesulitan petani dalam mendapatkan pupuk. Anggaran yang dipakai dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).
Baca Juga:
Optimalisasi Penggunaan DBHCHT Senilai Rp 372 Miliar, Ini 4 Poin yang Menjadi Prioritas Kabupaten Pasuruan
Bupati menyatakan, Pemkab Situbondo menyediakan stok pupuk non subsidi sebanyak 665 ton dengan total anggaran sebesar Rp 5,7 miliar. Sejak hari Sabtu lalu mulai didistribusikan secara serentak di masing-masing desa..
“Dari hari Sabtu kemarin, saya bersama Wakil Bupati Nyai Khoi (sapaan akrab wabup) bapak Sekda dan Kepala Dinas pertanian dan Ketahanan Pangan menyebar menyalurkan pupuk gratis non subsidi untuk petani,” ujarnya, Minggu (20/11).
Pria yang juga akrab dipanggil Bung Karna itu menyebutkan, program pemberian pupuk gratis menjadi kegiatan prioritas pemerintah yang mulai digencarkan sejak tahun 2021 lalu. Ini dilakukan sebagai bentuk perhatian Pemkab Situbondo kepada petani yang mengalami kesulitan pupuk.
Baca Juga:
Optimalisasi DBHCHT Senilai Rp372 Miliar, Kabupaten Pasuruan Prioritaskan 4 Poin Ini
“Harga pupuk non subsidi mencapai Rp 1 juta per kuintal. Sehingga dengan adanya bantuan pupuk gratis semoga dapat meringankan beban hidupnya,“ungkapnya.
Kata dia, keterbatasan persedian Pupuk Urea sebetulnya sebagai akibat ketergantungan petani yang sangat besar. Sehingga, berdampak persediaan menipis. Padahal, pupuk lain seperti phonska dan TSP juga bagus untuk pertanian.
“Pupuk urea itu hanya untuk pertumbuhan daun menjadi hijau karena mengandung nitrogen yang tinggi. Maka perlu penggunaan pupuk berimbang,” cetusnya.