TNI bersama pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di wilayah rawan banjir yang telah ditetapkan sebagai zona merah demi mencegah jatuhnya korban.
Warga juga diminta mematuhi kebijakan pemerintah daerah dan menempati hunian sementara sampai kondisi dinyatakan aman.
Baca Juga:
Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Tapin, Banjir di Malang Mulai Surut
“Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan unsur terkait menjadi kunci dalam memastikan keselamatan warga serta mempercepat penanganan dampak bencana,” kata Asrul.
Banjir susulan ini menambah kekhawatiran masyarakat di Tapanuli Tengah, mengingat potensi banjir bandang dan longsor masih mengintai akibat kondisi cuaca yang belum stabil.
“Hujan membuat masyarakat yang tinggal dan mengungsi di Tukka cemas dan khawatir terhadap banjir maupun longsor susulan,” ujar Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu saat dikonfirmasi melalui pesan singkat pada Sabtu (3/1/2026).
Baca Juga:
Banjir Terjang Tiga Kabupaten di NTB, Satu Warga Lombok Timur Meninggal Dunia
Masinton menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak pukul 08.30 hingga 14.40 dan hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah.
Ia menyebut, sembilan kecamatan terdampak hujan deras, yakni Tapian Nauli, Pandan, Sarudik, Tukka, Badiri, Pinangsori, Lumut, Sibabangun, dan Sukabangun, dengan Kecamatan Tukka menjadi salah satu wilayah terparah akibat banjir bandang dan longsor.
Luapan sungai sempat menggenangi permukiman warga serta menutup badan jalan di sejumlah titik, meski air dilaporkan surut tidak lama berselang.