WAHANANEWS.CO - Ancaman banjir kembali menghantui Jakarta setelah Bendung Katulampa berstatus Siaga 3, membuat Pemprov DKI bergerak cepat menyiapkan langkah antisipasi guna menekan dampak luapan air.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pihaknya telah bersiaga menghadapi potensi banjir menyusul status Bendung Katulampa yang naik menjadi Siaga 3 sejak sehari sebelumnya.
Baca Juga:
187 Ton Sampah Pascabanjir Diangkut dari Kali Mookervaart Jakbar
Pramono menyebutkan, pemerintah daerah langsung menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk mengurangi dampak peningkatan debit air yang berpotensi menggenangi sejumlah wilayah di Ibu Kota pada Jumat (30/1/2025).
"Katulampa dari kemarin, 15 jam yang lalu, sudah Siaga 3. Kami di Jakarta sudah mempersiapkan diri untuk itu," kata Pramono di kawasan Rorotan, Jakarta Utara, Kamis (30/1/2025).
Ia mengungkapkan, kenaikan muka air juga terpantau di Pintu Air Manggarai sehingga Pemprov DKI melakukan pembukaan sejumlah jalur aliran air yang sebelumnya belum difungsikan untuk membantu mengurangi tekanan di sepanjang Sungai Ciliwung.
Baca Juga:
Pramono Pastikan Warga Terdampak Banjir di Jakarta Gratis Berobat
"Beberapa daerah yang selama ini tidak tersentuh harus dibuka aliran airnya supaya air bisa turun ke laut. Itu sudah dilakukan sejak sekitar dua jam yang lalu," ujarnya.
Pramono berharap langkah tersebut mampu menekan debit air di Sungai Ciliwung yang saat ini mengalami peningkatan meskipun kondisi pasang air laut turut memengaruhi kelancaran aliran air menuju muara.
"Sekarang ini sedang pasang naik. Kalau pasang turun, saya yakin airnya bisa segera terdorong ke laut," jelasnya.
Menurut Pramono, infrastruktur pengendalian banjir di sepanjang Sungai Ciliwung sebenarnya telah memadai, termasuk keberadaan pintu-pintu air yang dinilai masih berfungsi optimal dalam mengatur arus air.
"Untuk Ciliwung, fasilitas aliran sungainya sudah sangat baik, termasuk pintu-pintunya. Hanya, permukaan air laut relatif masih tinggi," ucapnya.
Data hingga pukul 12.00 WIB mencatat sebanyak 53 RT masih terdampak banjir sementara tiga ruas jalan turut terendam air akibat peningkatan debit sungai.
Sejumlah warga terpaksa mengungsi demi keselamatan, sementara BPBD DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
"Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," demikian keterangan BPBD DKI Jakarta.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]