Melalui metode ini, responden dapat mengisi kuesioner secara daring sehingga proses pengumpulan data menjadi lebih efisien, sistematis, dan sesuai dengan kebutuhan administrasi internal perusahaan.
Meski demikian, petugas sensus tetap akan melakukan kunjungan langsung apabila respons pengisian daring belum optimal.
Baca Juga:
Proyek BKG Bandung–Kawasaki Catat Dampak Positif bagi Lingkungan Air
Upaya ini dilakukan demi memastikan kelengkapan serta akurasi data yang dihimpun tetap terjaga sesuai standar statistik nasional.
Sementara itu, bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta usaha rumah tangga, pendataan dilakukan menggunakan metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI).
Dengan memanfaatkan perangkat digital saat wawancara langsung, proses input data dapat berlangsung lebih cepat, terintegrasi, serta meminimalkan potensi kesalahan pencatatan.
Baca Juga:
Jalan Buahbatu Ditata, Kabel Udara Dibersihkan untuk Perbaiki Keselamatan dan Estetika
Sensus Ekonomi 2026 juga terintegrasi dengan pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
Integrasi ini diharapkan mampu menghadirkan basis data yang kuat dan terpadu, sehingga pemerintah dapat merumuskan kebijakan ekonomi berbasis bukti (evidence-based policy) dan lebih tepat sasaran, khususnya dalam penguatan sektor UMKM dan sektor unggulan daerah.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Badan Pusat Statistik Kota Bandung telah menyiapkan proses rekrutmen dan pelatihan petugas sensus yang dijadwalkan berlangsung pada Maret hingga April 2026.