WAHANANEWS.CO, Jakarta - Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menegaskan bahwa masyarakat menaruh harapan besar terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Menurutnya, validitas dan kejujuran data menjadi faktor paling penting agar pemerintah mampu membaca kondisi riil perekonomian nasional, khususnya terkait kekuatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta potensi sektor usaha yang dapat berkembang di masa mendatang.
Baca Juga:
MY Esti Wijayati Minta BPS Sajikan Data Statistik yang Valid dan Kredibel
Ia menilai data yang akurat akan menentukan efektivitas berbagai program bantuan dan intervensi pemerintah.
Karena itu, pembaruan data secara berkala dinilai mutlak diperlukan agar kebijakan yang dibuat benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan.
"Jangan sampai terjadi mismatch, di mana intervensi program tidak sesuai dengan kebutuhan. Yang tidak butuh dibantu, sementara yang sangat membutuhkan justru tidak dibantu hanya karena datanya belum diperbarui. Kita harus memastikan potret ekonomi kita apa adanya, jangan ditutup-tutupi," tegas Fikri Faqih dalam keterangan rilis yang diterima Parlementaria di Jakarta, Jumat (15/5/2026).
Baca Juga:
Lestari Moerdijat Ajak Remaja Jujur Cantumkan Usia di Media Sosial demi Keamanan Digital
Politikus Fraksi PKS tersebut juga menyoroti capaian Surakarta yang berhasil masuk dalam tiga besar daerah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Jawa Tengah bersama Salatiga dan Semarang.
Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja Komisi X DPR RI di Kota Surakarta.
Meski demikian, Fikri mengingatkan agar Badan Pusat Statistik (BPS) tidak hanya berfokus pada indikator makro seperti IPM maupun Gini Ratio semata.