Menanggapi sanksi tersebut, Naomi mengaku telah meminta maaf kepada orang tua siswi yang terdampak dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
"Saya sudah minta maaf dan tidak akan mengulanginya lagi. Saya juga sudah ketemu orang tua siswa di sekolah," ucap Naomi.
Baca Juga:
Kemensos Gercep Layani Warga Korban Longsor di Tana Toraja
Naomi mengakui tindakannya keliru, namun berdalih bahwa pernyataannya kepada para siswi yang mengenakan jilbab hanya dimaksudkan sebagai candaan.
"Saya tidak melarang, saya hanya bercanda. Memang salah juga kami kalau sering bercanda begitu," tuturnya.
Sementara itu, salah seorang siswi mengaku larangan mengenakan jilbab telah berulang kali disampaikan kepala sekolah dan terakhir terjadi setelah upacara bendera pada Senin (27/7/2026).
Baca Juga:
77 Korban Selamat Longsor Tana Toraja Telah Dievakuasi BNPB
"Sudah berapa kali kami dilarang. Terakhir itu waktu di lapangan setelah upacara. Dia (kepsek) bilang, 'kenapa pakai jilbab lagi. Kalau tidak mau ikut aturan, mending sekolah di madrasah'," ujar salah satu siswi, Rabu (29/7/2026).
Menurut pengakuan siswi tersebut, terdapat tujuh siswi muslim di sekolah yang diduga mengalami intimidasi karena tetap mengenakan jilbab.
Mereka juga disebut tidak diperbolehkan mengikuti lomba gerak jalan dalam rangka peringatan HUT ke-81 RI apabila tetap memakai jilbab.