Pihaknya juga telah memberikan penjelasan kepada keluarga korban pembunuhan bawah Tol Semarang tersebut.
Saat melakukan penyisiran di bawah jembatan Tol Pudakpayung Semarang itu, tim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditkrimum Polda Jawa Tengah juga menemukan tengkorak dan beberapa tulang manusia.
Baca Juga:
Tinjau Lokasi Banjir Grobogan, Kepala BNPB Tegaskan Pemerintah Pusat Siap Penuhi Kebutuhan Daerah
Temuan itu berjarak sekitar 500 meter dari lokasi jasad Sweetha.
Berdasarkan pantauan, alang-alang dan semak belukar yang tinggi sempat menutupi keberadaan tengkorak dan serpihan tulang yang diduga milik seorang bocah itu.
Djuhandani menduga tengkorak dan tulang tersebut adalah milik anak dari Sweetha.
Baca Juga:
Pemerintah Siapkan Relokasi dan Dana Tunggu Hunian bagi Korban Bencana Tegal
"Dari keluarga menyebut korban punya dua anak. Satu anak ada di kerabat, dan satu anak ikut hilang bersama korban. Tadi kita mencoba menyisir TKP korban Sweetha dibuang, kok ada ditemukan tengkoran dan serpihan tulang yang diduga anak kecil. Kita koordinasikan dengan forensik untuk mendalami," tuturnya.
Untuk proses identifikasi, pihak Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Jawa Tengah menerjunkan tim forensik dan mencocokkan DNA tengkorak dengan Sweetha.
"Ini masih proses identifikasi. Belum berani menyimpulkan, yang bisa disampaikan hanya benar itu tengkorak anak," ujar Kabid Dokkes Polda Jawa Tengah Kombes Polisi Sumy Hastri di ruang jenazah Rumah Sakit Kariadi Semarang. [bay]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.