"Sejak awal Juli disebabkan cuaca ekstrem dan ombak besar. Lokasi di Kecamatan Harian," ungkapnya.
Meski demikian, Tetty mengakui bahwa hingga kini belum ada penelitian ilmiah yang dilakukan untuk memastikan penyebab pasti perubahan warna air tersebut.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo–Gibran: Kesiapan ASDP di Danau Toba Perkuat Ekosistem Pariwisata dan Perputaran Ekonomi Lokal
Pemerintah Kabupaten Samosir pun belum dapat melakukan tindakan teknis karena cuaca buruk masih melanda wilayah tersebut.
"Imbauan ke masyarakat dan pengunjung agar berhati-hati dan mengawasi anggota keluarga saat berwisata di pantai," tambahnya.
Sebelumnya, video air keruh Danau Toba ramai diperbincangkan setelah diunggah oleh akun Jelajah Sumut di Facebook pada Selasa (16/7/2025).
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo–Gibran Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Masa Depan Danau Toba Berkelanjutan
Dalam video tersebut, terlihat permukaan air kecoklatan dengan latar belakang Patung Yesus Kristus di Bukit Sibea-bea, Desa Harian Boho, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.