WAHANANEWS.CO - Aktivitas pagi di Stasiun Karet, Jakarta Pusat, sempat diwarnai kemunculan dua ekor ular sanca yang ditemukan di area stasiun, termasuk di jalur rel kereta, sebelum akhirnya berhasil dievakuasi petugas.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah video kemunculan ular sanca di Stasiun Karet beredar luas di media sosial pada Senin (8/6/2026).
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Beri Bonus Rp1 Miliar untuk Persib Usai Raih Hattrick Juara
Dalam video yang viral, seekor ular sanca batik terlihat merayap di area jalur rel stasiun.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan kedua ular tersebut ditemukan sekitar pukul 06.40 WIB oleh petugas keamanan yang sedang melakukan patroli rutin di area Stasiun Karet.
"Petugas yang sedang melakukan patroli melihat seekor ular sanca berada di pojok dekat charger booth dan di jalur rel area Stasiun Karet. Setelah menemukan satwa tersebut, petugas segera melakukan pengamanan lokasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk proses evakuasi," ujar Leza.
Baca Juga:
Eks Wakil Kepala BGN Minta Status JC, Sebut Ada Puluhan Tokoh Terlibat Kasus MBG
Setelah menemukan ular tersebut, petugas keamanan langsung melakukan pengamanan area guna mencegah pergerakan ular ke lokasi yang lebih ramai.
Petugas juga menggunakan peralatan yang tersedia untuk menghalangi pergerakan ular sambil menunggu bantuan datang.
Selanjutnya, pihak stasiun berkoordinasi dengan jajaran operasional serta menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kebon Melati untuk melakukan penanganan.
Sekitar pukul 06.50 WIB, petugas Damkar tiba di lokasi dan segera melakukan proses evakuasi terhadap ular yang masih hidup.
Dalam waktu kurang dari lima menit, ular sanca dengan panjang sekitar dua meter berhasil diamankan dari area stasiun.
Sementara itu, satu ekor ular lainnya yang ditemukan berada di jalur rel diketahui telah dalam kondisi mati saat ditemukan petugas.
Meski sempat menimbulkan perhatian, kemunculan ular tersebut tidak mengganggu operasional perjalanan commuter line yang tetap berjalan normal seperti biasa.
Leza menjelaskan keberadaan ular diduga berasal dari lingkungan sekitar Stasiun Karet yang berdekatan dengan aliran Kali Ciliwung.
"KAI Commuter mengapresiasi kesigapan petugas keamanan stasiun dan koordinasi cepat dengan petugas Damkar sehingga proses evakuasi dapat berlangsung dengan aman. Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna selalu menjadi prioritas utama dalam pelayanan KAI Commuter," ujarnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]