WAHANANEWS.CO, Jakarta - Duka kembali menyelimuti Nusa Tenggara Timur setelah Leonardus Noprianto Waku, seorang frater muda yang terluka saat gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut, meninggal dunia setelah empat hari menjalani perawatan intensif di RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka.
Leonardus merupakan calon imam Keuskupan Labuan Bajo yang tengah menjalani masa pembinaan sekaligus menempuh pendidikan di Seminari Tinggi Santu Petrus Ritapiret Maumere.
Baca Juga:
PLN Tuntaskan Pemulihan Listrik Flores Pascagempa M7,7, Seluruh Pelanggan Kembali Terlayani
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka Margaretha Movaldes Da Maga Bapa mengonfirmasi Leonardus meninggal dunia pada Selasa (18/8/2026) sore setelah beberapa hari mendapatkan penanganan medis.
"Korban meninggal kemarin sore di RSUD TC Hillers Maumere," ujar Margaretha saat dihubungi pada Rabu (19/8/2026) pagi.
Margaretha menjelaskan Leonardus mengalami luka setelah melompat dari lantai tiga rusunawa Seminari ketika gempa magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Sikka pada Sabtu (15/8/2026).
Baca Juga:
Kemenkes Percepat Pemulihan Rumah Sakit dan Puskesmas Terdampak Gempa NTT
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan dan menjalani perawatan intensif akibat luka yang dialaminya dalam peristiwa tersebut.
Setelah bertahan selama empat hari dalam perawatan medis, Leonardus akhirnya meninggal dunia dan menambah jumlah korban jiwa akibat gempa yang mengguncang sejumlah wilayah di NTT.
BPBD Kabupaten Sikka mencatat hingga Rabu (19/8/2026) pagi terdapat lima orang yang meninggal dunia akibat dampak gempa di wilayah tersebut.