WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus mempercepat pemulihan fasilitas dan layanan kesehatan setelah gempa bumi mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak tetap memperoleh pelayanan medis, sekaligus mengantisipasi potensi peningkatan jumlah pasien dalam beberapa hari setelah bencana.
Baca Juga:
Menkes Temukan Bakteri E. coli pada Sejumlah Sampel MBG, BGN Perketat Standar Sanitasi Dapur
Pemulihan diprioritaskan pada sejumlah rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang mengalami kerusakan maupun gangguan operasional.
Pemerintah menargetkan fasilitas kesehatan yang terdampak dapat kembali memberikan pelayanan dasar secara bertahap sesuai kondisi di masing-masing wilayah.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemulihan fungsi rumah sakit menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.
Baca Juga:
CKG 2026 Temukan Sejuta Kasus Baru Hipertensi, Kemenkes Ingatkan Pentingnya Cek Kesehatan Tahunan
Kemenkes menargetkan seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) yang terdampak dapat kembali menjalankan pelayanan dasar paling lambat dalam waktu satu minggu.
“Prioritas utama untuk mengembalikan fungsi layanan di seluruh rumah sakit kabupaten/kota terdampak. Langkah ini dilakukan untuk menghadapi lonjakan pasien dalam beberapa hari ke depan,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers di Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.
Budi menjelaskan, proses pemulihan rumah sakit tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan seluruh fungsi bangunan, tetapi terlebih dahulu memastikan layanan medis yang paling dibutuhkan masyarakat dapat berjalan.